Dango

Dango (団子) adalah kue Jepang berbentuk bulat seperti bola kecil, terbuat dari mochiko (tepung beras), dan dimatangkan dengan cara dikukus atau direbus di dalam air.

Adonan dango dibuat dari tepung beras yang diulen dengan air atau air panas. Kushidango adalah sebutan untuk sejumlah 3, 4, atau 5 butir dango yang ditusuk menjadi satu dengan tusukan (kushi) dari bambu. Jumlah butiran dango dalam satu tusuk bergantung pada daerahnya di Jepang

Dango yang rasanya manis dibuat dengan menambahkan gula ke dalam adonan, sedangkan dango yang tidak manis dicelupkan ke dalam saus. Dango juga bisa dimakan dengan taburan bubuk kacang kedelai (kinako), dimasukkan ke dalam mitsumame (agar-agar yang dimakan bersama aneka buah kaleng) atau selai kacang merah yang diencerkan dengan air. Selain dari tepung beras, dango juga bisa dibuat dari tepung terigu atau tepung millet.

Dango, Jajanan Tradisional yang Dapat Dicicipi di Seluruh Jepang

Menurut legenda, dango pertama kali ditemukan oleh seorang biksu di sebuah kuil Buddha di Jepang. Biksu itu bereksperimen dengan tepung beras yang diaduk dengan air, lalu dipanggang di atas api kecil hingga menghasilkan bola-bola kenyal yang lezat dan mudah dicerna.

Kemudian, biksu itu mulai membagikan dango tersebut kepada orang-orang yang datang ke kuil. Akhirnya, kuliner ini pun menjadi kian populer karena sangat disukai masyarakat Jepang.

Di Jepang, dango sering kali disajikan pada acara-acara khusus seperti perayaan Hanami (pembukaan bunga sakura), festival musim panas, dan upacara teh. Di beberapa daerah, dango juga biasa disajikan sebagai hidangan khas untuk acara pernikahan dan acara keluarga lainnya.